REALISASI PAPERLESS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MASA DEPAN

Perkembangan teknologi yang semakin memudahkan orang dalam mencetak dokumen menjadi masalah baru karena membuat meningkatnya produksi dokumen fisik secara drastis. Dengan meningkatnya produksi kertas ini akan berimbas pada persediaan kayu. Tentunya hal ini akan menyebabkan masalah yang lebih besar seperti banyaknya pembukaan lahan untuk menanam pohon yang digunakan untuk memproduksi kertas.
PENGENALAN PAPERLESS
Paperless merupakan sebuah konsep yang dirancang agar suatu aktivitas yang dilakukan dapat meminimalisir penggunaan kertas. Dengan menerapkan Paperless maka pengolahan dokumen fisik dapat dilakukan menggunakan aplikasi. Dengan pengolahan dokumen berbasis aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan berbagai kegiatan. Untuk menerapkan Paperless tentunya membutuhkan media baru sebagai pengganti kertas seperti komputer. Penggunaan Komputer, Laptop, maupun Smartphone yang sudah sangat menjamur belakangan ini tentunya dapat menunjukkan bahwa bukan suatu masalah lagi jika berbagai kegiatan manual sudah diarahkan ke kegiatan berbasis digital.
KELEBIHAN PAPERLESS
Dengan pengolahan dokumen berbasis aplikasi, manfaat utama yang dirasakan tentunya penggunaan kertas yang semakin berkurang. Resource kertas yang tidak dibutuhkan tentunya dapat ditiadakan. Selain bermanfaat dari segi fisik, paperless juga bermanfaat dari segi waktu. Berbagai kegiatan yang diolah langsung di komputer tanpa perlu dicetak tentunya dapat dilakukan dengan lebih cepat. Belum lagi pengolahan berbasis online yang dapat dilakukan dimana saja.
Berbagai instansi di Indonesia sudah mencoba untuk menerapkan Paperless ini. Salah satu contohnya adalah Universitas Jambi, Perguruan tinggi ini sudah mencoba menerapkan Paperless Office, yaitu sistem yang mengolah dokumen perkantoran berbasis aplikasi, sehingga media kertas dapat diminimalisir.
PAPERLESS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Dengan ditemukannya konsep paperless, tentunya hal ini dapat diterapkan juga sebagai media pembelajaran. Baik para siswa maupun mahasiswa tentu akan mendapatkan pembelajaran yang lebih efektif jika menggunakan konsep paperless. Berbagai jenis pendaftaran, quiz, ujian dan penilaian akan lebih mudah dan cepat jika dilakukan menggunakan media aplikasi. Pihak sekolah maupun perguruan tinggi juga dapat lebih memaksimalkan pembelajaran dengan lebih optimal sekaligus menghemat penggunaan kertas.
Saat ini, penggunaan paperless sebagai media pembelajaran belum terlalu banyak, di Indonesia hanya pembelajaran tingkat nasional yang sudah tampak jelas menggunakan konsep paperless. Sebut saja pendaftaran dan ujian masuk perguruan tinggi yang sudah dilaksanakan secara online, yakni SNMPTN dan SBMPTN berbasis CBT yang sudah dapat kita lihat dengan jelas pelaksanaannya.
Walaupun penggunaan paperless tingkat nasional sudah terlaksana, nyatanya belum cukup mampu membuat pihak lokal untuk menerapkan konsep paperless. Hanya sebagian sekolah / perguruan tinggi saja yang sudah menerapkan konsep ini. Salah satu contoh perguruan tinggi yang menerapkan konsep paperless adalah Universitas Jambi, perguruan tinggi ini sudah mencoba untuk menggunakan E-Learning Management System Edmodo untuk membantu beberapa kegiatan pembelajaran mahasiswa. Kegiatan perpustakaan seperti mencari jurnal maupun buku elektronik (E-Book) juga sudah dapat dilakukan secara onine.
KESIMPULAN
Dengan semakin meningkatnya instansi pendidikan yang sudah menerapkan konsep paperless diharapkan pihak lain juga dapat melihat manfaat yang didapatkan sehingga dapat menerapkan paperless di instansi mereka. Walaupun penerapan ini bukan hal yang mudah, tapi dapat dilakukan secara perlahan agar tidak membuat berbagai pihak kesulitan menerima perubahan ini. Para dosen, guru, siswa, dan mahasiswa diharapkan juga bersiap dengan perkembangan teknologi yang dapat membuat perubahan dalam kegiatan pembelajaran dimasa depan.
Referensi :









0 komentar: